Rabu, 24 September 2014

Jatuh Cinta Tiba-tiba




   Masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan bagi anak perempuan maupun laki-laki. Masa remaja juga bisa dibilang sebagai periode menuju kedewasaan, yang umurnya berkisar antara 13 sampai 18 tahun. Mereka akan belajar mandiri dan akan mulai tertarik kepada lawan jenis dan memiliki permasalahan yang rumit. Sama halnya dengan gadis satu ini.Audy, seorang gadis remaja yang periang dan penuh dengan rasa percaya diri tapi disamping itu, ia juga mempunyai kelemahan yaitu takut akan jatuh cinta. Mungking kelemahan audy jauh berbeda dengan dengan hal yang dialami remaja lainnya.
   Setiap ajaran baru setiap sekolah pasti mengadakan MOS atau Masa Orientasi Siswa bagi para murid-murid baru. Begitu juga yang dilakukan oleh siswa/siswi baru di SMA 55, salah satu sekolah favorit yang diidamkan oleh banyak murid. Bukan hanya karena sekolah nya yang besar dan menarik, tapi sering juga banyak murid-murid disitu yang memenangkan Olimpiade lomba pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia, dan pelajaran lainnya.
   Bahkan siswa-siswi yang baru masuk pun langsung terpesona melihat kakak kelas laki-laki yang tajir , apalagi di para pemain tim basket yang tinggi dan punya wajah seperti bintang film di Hollywood . beeeh,, bisa-bisa nggak bakalan ngedipin mata kalau lihat mereka lagi latihan. Dan juga nggak ketinggalan bagi para cowok yang suka cewek cheers bahkan wanita muslimah yang cantik-cantik dan sholehah.
   Dipagi hari yang cerah, tepatnya pada hari senin . dimana pada saat itu berakhirnya liburan kenaikan kelas . pada saat itu Sma terpadu mengadakan MOS bagi murid-murid baru.
   Dengan penampilan aneh satu cewek dan satu cowok berjalan dengan terburu-burru mausk ke gerbang sekolah dan langsung menuju ke lapangan ikut berkumpul dengan siswa-siswi baru lainnya.
“Semuanya harap baris dengan rapi” ucap salah seorang kakak kelas yang menjadi panitia Mos saat itu.
Setelah semua berbaris, salah seorang siswi baru datang dengan lari terbirit-birit sambil memegang topi kerucutnya agak tidak jatuh,
“hei kamu! Yang datang terlambat, cepat kesini” teriak Rafa , kakak kelas yang juga menjadi panitia.
Deg! ‘mampus aku, pasti bakalan kena marah nih’ ucap audy dalam hati, sambil menundukan kepala Audy melangkah takut.
“siapa nama kamu?! Baru masuk mos pertama udah terlambat.” dengan nada ketus rafa bertanya.
“A- a- audy kak , maaf tadi dipertengahan jalan ban motor saya bocor, jadi saya pergi ke bengkel dulu” Audy menjelaskan alasan kenapa ia terlambat.

 “enak aja kamu langsung masuk barisan, sekarang kamu berdiri disini sampai saya selesai memberi arahan” celoteh rafa kepada audy yang masih menunduk.


Apa boleh buat ?! terpaksa lah Audy menahan malu didepan murid-murid baru lainnya.
‘Rrrrgh.. baru telat berapa menit , masa langsung dihukum sih’ gerutu audy dalam hati ,
Setelah Rafa selesai memberi pengarahan, ia langsung menemui Audy yang masih berdiri . sambil mengelap keringat didahinya Audy menjelingkan matanya melihat Rafa yang menghampirinya dan langsung berdiri tegap lagi.
“gimana ? masih mampu berdiri lagi?” tanya Rafa yang senyum bahagia melihat Audy yang sedang dihukum.
Audy memutar bola matanya, “kak, udah ya hukumanya” Audy berpura-pura senyum, rasanya ia pengen banget nonjok-nonjok wajah Rafa yang keliatan bahagia diatas penderitaannya.
Karena Rafa merasa kasihan akhirnya ia pun menyuruh Audy untuk bergabung dengan siswa-siswi lainnya.
                                                                  ***
“Huuuuffttt..” Audy menghempaskan tubuh ke atas tempat tidurnya. Terik matahari pada siang itu sangat menyengat, lelah sekali rasanya dihari pertama Mos ini. Apalagi tadi ia sempat dihukum karena terlambat, dan merasa kesal dengan kakak kelasnya itu.
Tok tok tok “Audy...” terdengar suara mama didepan pintu ,
“iya ma?” balas audy yang masih terbaring ditempat tidurnya.
“makan siang dulu yuk, mama tunggu dibawah ya” jawab mama yang ingin mengajak Audy makan siang.
“iya ma, ntar audy nyusul” balas audy yang langsung berdiri dan mengganti seragamnya.
                                                             ***
Akhirnya Masa Orientasi Siswa di sekolah Audy pun berakhir, murid-murid baru pun mendapat kelasnya masing-masing dan mulai belajar. Lega rasanya Audy tak lagi bertemu dengan Rafa yang menyebalkan itu,
Audy berjalan dikoridor sekolah mencari ruang kelasnya,
Setelah menemukan ruang kelasnya tiba-tiba Bruukkk.. seseorang menabrak tubuh Audy dan ia terjatuh, “Aduh, kalo jalan lihat-lihat dong! Gimana sih” komen Audy yang langsung bangkit sambil mengelus siku tangannya yang sedikit memerah.
“Kamu?” kata cowok itu setelah ia melihat wajah orang yang ditabraknya itu, “eh, kamu tuh yang jalan lihat-lihat, orang jalan udah bener kok”
“Hah? Kak rafa?, ihh kenapa sih setiap ketemu kakak itu selalu akunya yang menderita, nyeselin banget” jawab audy sambil memonyongkan bibirnya ,
“yeeee.. anak jaman sekarang, udah berani banget ngebentak kakak kelas” balas Rafa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tanpa menjawab omongan Rafa , Audy pun langsung masuk ke kelas , dan mencari tempat duduk. Audy mendapat kursi barisan ke 3 .
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi dan guru-guru masuk ke kelasnya masing-masing dan mulai mengajar.
                                                               ***
Tiga bulan disekolah baru Audy lewati tanpa ada masalah, kecuali dengan cowok nyebelin dan sombong seperti Rafa. Ia sama sekali tak menyangka jika harus bermusuh-musuhan dengan kakak kelasnya itu.
Sambil melamun Audy memandang keluar jendela kamarnya, dan mengingat kejadian-kejadian yang dialaminya selama tiga bulan itu, Sebulan lalu, ia hampir saja terpeleset gara-gara kulit pisang yang dibunag sembarangan oleh murid lainnya. Tapi untung saja seseorang menangkapnya dari belakang sehingga ia tidak jadi terjatuh. 
Audy benar-benar tak menyangka bahwa ia hampir saja terpeleset , dan yang lebih mengejutkannya lagi, orang yang membantunya itu adalah Rafa. Cowok yang ia benci disekolah. Pada saat Rafa menahannya agar tak terjatuh, wajah mereka berpapasan dan baru kali ini Audy melihat wajah Rafa dengan sangat dekat.
Ia baru menyadari betapa tampannya wajah Rafa, pada saat ia pertama bertemu di hari pertama MOS dimana Audy dihukum oleh Rafa, ia melihat wajah Rafa yang terlihat songong dan jutek itu.
Begitu juga Rafa, ia sangat terkejut ketika orang yang ia tolong itu adalah Audy, cewek judes yang gapernah senyum itu, memiliki bentuk lekuk wajah yang cantik.
Deg! Deg! Deg!  Jantung Audy berdebar kencang saat berpapasan dengan Rafa, tapi ia langsung mengusir pandangan itu dan langsung menjauh dari Rafa.
“eh-emm-a makasih kak udah nolongin” kata Audy kaku sambil memasang senyum diwajahnya.
“iya sama-sama, lain kali hati-hati kalau jalan” dengan nada lembut Rafa membalas ,
Mulut Audy berbentuk huruf O , ia terkejut mendengar ucapan Rafa ‘Haaah?’ kesambet apa nih cowok? Kok ngomongnya tiba-tiba jadi lembut gitu?’ kata Audy dalam hati yang tak menyangka mendengar suara Rafa yang biasanya ketus kalau bicara dengan Audy langsung terdengar lembut.
Rafa berjalan melewati Audy yang masih menegang didepannya.
“Husssshh..” Audy mengibas tangannya didepan muka “apa-apaan sih aku, kok malah jadi mikirin Kak Rafa, apa jangan-jangan... Aaaaaa tidak mungkin!” teriak Audy , yang langsung menutup mulutnya karena takut Orang Tuanya terbangun gara-gara ia teriak.
“ah udah lah, mending tidur aja” kata Audy sambil mematikan lampu dan menarik selimut menutupi tubuhnya.

                                                                        ***
Bel istirahat berbunyi, semua murid pun langsung keluar dengan buru-buru menuju kantin karena sudah tak mampu menahan godaan diperutnya yang sudah minta diisi .
Audy tak menuju kantin, ia berniat untuk melihat mading . setelah sampai, ia pun melihat kerumunan siswa-siswi lainnya yang berkumpul didepan mading. Ia pun mempercepat langkahnya.
PENGUMUMAN
Untuk meramaikan HUT SMA Negri 55, pihak sekolah mengadakan Pesta Topeng yang akan diselenggarakan pada tanggal Sabtu ini, bertempat di Aula sekolah. Semua siswa diwajibkan mengikuti pesta tersebut. Terima kasih.

‘Asik , pesta topeng. Pasti bakalan seru nih’ ucap Audy dalam hati.
Ia pun bergegas menuju ruang kelasnya untuk memikirkan Gaun apa yang akan ia kenakan dimalam Ulang Tahun sekolahnya itu.
                                                                    ***
Tak lama hari Sabtu yang ditunggu-tunggu pun datang.
Audy memakai baju yang telah ia pilih jauh-jauh hari sebelum hari H-nya dimulai.
            Gaun malam berwarna soft pink yang melilit tubuh Audy tampak berpadu dengan sepatu highheels yang ia pakai. Rambut yang ia gulung dan menyisakan sedikit rambut di depannya, terlihat sangat indah. Tak lupa, sebuah topeng berwarna hot pink menutup sebagian wajahnya.


Alunan musik DJ bermain di Aula sekolah, ruangan itu sangat indah dipadukan dengan balon-balon berwarna yang disamakan dengan cat sekolah. Murid-murid yang lain sudah berkumpul.
“ Selamat malam semuanya..” ucap Kepala Sekolah membuka acara malam itu,
“Terima kasih kepada Hadirin yang sudah mau datang ke acara Ulang Tahun Sekolah Kita yang ke 27 Tahun, saya sangat bangga sekali dengan kalian semua, murid-murid saya yang saya banggakan, kepada para Siswa-Siswi saya yang pernah mengharumkan nama Sekolah ini dengan Perjuaraan berbagai Lomba dan Olimpiade. Mungkin sekolah ini tidak akan maju tanpa kerja sama kita dan perjuangan kitauntuk mempertahankan Sekolah ini. Sekali lagi saya berterima kasih . dan selamat menikmati pestanya”
“Whoaaaa...” semua murid serempak bertepuk tangan.
“Saatnya pesta dansa ... “ teriak ketua OSIS SMA 55 menyuruh teman-temannya untuk berdansa.
Audy berjalan menuju meja minuman , tetapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya .
“ mau temanin dansa ?” kata cowok yang menarik tangan Audy.
“hah? Em, maaf aku ga pandai berdansa hehe..” kata Audy mengeles ketika lelaki itu menawarkan untuk berdansa dengannya.
“tak apa-apa, sekalian belajar dansa” jawab lelaki itu.
Dan Audy pun terpaksa menerimanya.
Tangan Audy terasa bergetar ketika memegang pundak cowok itu. Ia sama sekali tak mengenalnya karena lelaki itu memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya.
Mereka pun mulai berdansa, sesekali Audy menginjak sepatu kaki cowok itu tapi cowok itu hanya menahan tawa karena ia tau bahwa perempuan yang ia ajak dansa itu belum fasih berdansa.
Lampu yang tadinya agak remang-remang itu langsung menyala terang.
“Sekarang kalian bisa membuka topeng masing-masing , untuk melihat siapa pasangan yang anda ajak berdansa” ucap Ketua OSIS dari atas panggung.
“Mmmm bolehkah aku melihat wajahmu dibalik topeng itu?” kata lelaki itu kepada Audy.
“Ya...” balas Audy.
Setelah mereka sama-sama membuka topeng itu, mereka langsung bertatapan dan...
“KAMU?”.

Rafa dan Audy sama-sama tercengang ketika mereka menyadari bahwa ternyata mereka tadi berpasangan saat berdansa.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar